SMS Penipuan
Waspadai Tiga Modus Penipuan SMS
KOMPAS/ ROBERT ADHI KSP
Penipuan SMS meminta mentransfer uang ke rekening bank
By: KOMPAS.com - Kasus penipuan melalui pesan singkat atau short message services
(SMS) kembali marak. Bila sebelumnya menggunakan modus 'mama minta
pulsa'. Kali ini menggunakan modus yang berbeda yaitu 'minta transfer'.
Selain itu sedang ramai dibicarakan juga soal pencurian pulsa yang
berasal dari nomor resmi operator.
Modus operandi kasus 'minta
transfer' yaitu dimulai ketika pelanggan menerima SMS yang berisi
permintaan untuk mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening. Salah
satu SMS 'minta transfer' adalah sebagai berikut: "Tolong uangnya Di
transfer sekarang aja ke bank BNI:022-741-3***. A/n FRISKA ANANDA dan
sms reply saja kalau sudah diTransfer, trimkasih".
Sebagian
besar penerima SMS 'minta transfer' ini akan langsung menghapusnya
karena tahu SMS itu palsu. Namun, ada saja yang tertipu dengan langsung
mentransfer uang ke rekening yang disebutkan. Mereka ini beranggapan,
yang mengirimkan SMS memang orang yang dikenalnya atau kebetulan mereka
memang akan menunggu SMS informasi rekening dari keluarga atau temannya.
Untuk
kasus kedua, soal sedot pulsa. Masalah dimulai ketika pelanggan
menerima SMS dari nomor empat digit yang memberi tahu pelanggan mendapat
bonus atau hadiah. Pelanggan diminta mengecek dengan memasukkan kode
tertentu untuk mengklaim bonus atau hadiahnya. Setelah itu, mereka akan
sering menerima SMS dan pulsa langsung terpotong Rp 1.000 atau Rp 2.000.
Misalnya, SMS yang diterima Yudhistira, karyawan swasta, dari nomor 27672 berisi "Xpressive
SMS Bonus. Kamu terpilih buat dptin UANG 3 JUTA, BB ONYX & Pulsa
50rb! Hub *123*2767# utk ambil kesempatanmu skrg! GRATIS WALLPAPER
Romantis! 5rb/bln". Sekali mengirim ke nomor yang diberikan,
sebenarnya pelanggan telah setuju melakukan registrasi sehingga akan
dikirimkan konten secara rutin dengan tarif premium yang telah
ditetapkan.
Lain lagi kasus ketiga misalnya pengalaman Anjar Anastasia, seorang member Kompasiana. Anjar menyebutkan di blognya,
dia menerima SMS 'minta transfer' dan membalas SMS itu dengan
menanyakan apa maksud dari SMS itu. Namun, tidak ada balasan sama
sekali, malahan keesokan harinya Anjar mendapat report bahwa SMS itu gagal terkirim.
Setelah
membaca berita tentang pencurian pulsa, Anjar mengecek pulsa ponselnya
dan ternyata banyak berkurang. Kemudian, dia menelepon call center provider
langganannya dan mendapatkan informasi bahwa pulsanya berkurang bukan
akibat menerima/membalas SMS 'minta transfer' tersebut. Melainkan karena
pengiriman beberapa kali SMS promo dari beberapa nomor dengan beberapa
digit angka yang memang sering diterimanya.
Agar berhenti
mendapatkan SMS promo dan terpotong pulsanya, Anjar diminta untuk
mengirimkan SMS dengan isi STOP ke nomor-nomor yang mengirimkan SMS
promo tersebut satu persatu. Ternyata umpan balik dari SMS STOP adalah
sebagai berikut:
Ke nomor 600, mendapat balasan SMS: "Sayang
sekali km tdk akan dpt ksmptn utk raih hadiah uang tunai nya dari
program TOP. Terima kasih atas partisipasinya. Untuk info, tlp ke
021-8299194". Ke nomor 9133: "Anda diberhentikan pada keseluruhan layanan berlangganan kode akses: 9133. Info lebih lanjut hub 021-7989808". Ke nomor 9122: "Anda diberhentikn pada keseluruhan layanan berlangganan kode akses: 9122. Info lebih lanjut hub 021-7989808"
Anjar merasa tidak pernah melakukan registrasi dari layanan dari nomor diatas. Menurut customer service provider
seluler yang dihubungi Anjar, SMS Promo itu terkirim karena bisa
sengaja atau tidak kalau kita menggunakan Internet. "Meski saya masih
merasa aneh saja karena penggunaan internet yang biasa saya gunakan
tidak macam-macam, tapi paling tidak saya sudah tahu jawabannya,"
demikian komentar Anjar atas jawaban dari customer service tersebut.
Munculnya
tiga kasus SMS di atas dalam waktu yang hampir bersamaan memang banyak
membuat masyarakat mengira pulsa mereka berkurang akibat menerima atau
membalas SMS yang berisi permintaan untuk mentransfer uang ke sebuah
rekening. Buat pembaca, agar tidak terjabak dengan tipuan tersebut,
pastikan tidak merespon SMS dari orang yang tidak dikenal atau dapat
menghubungi customer service dari provider yan digunakan. Pastikan juga layanan yang Anda gunakan dengan mengecek malalui saluran yang disediakan provider.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar